top of page

Apa Itu Crypto Bubbles dan Penyebabnya

  • nanovest
  • 18 Mei 2022
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 27 Jun 2022


Dunia kripto memiliki berbagai istilah yang sering digunakan para investor kripto membaca pergerakan kondisi harga. Seperti pada kebanyakan aset, kripto juga memiliki risiko yang harus diwaspadai para investor, crypto bubbles salah satunya. Mungkin sudah tidak asing lagi istilah Crypto Bubbles, istilah ini sering digunakan pada tahun 2021, saat Bitcoin menyentuh harga Rp 499 juta, jauh dari harga tertinggi di Rp926 juta pada April 2021. Crypto Bubbles adalah sebuah fenomena asset kripto yang mengalami lonjakan harga yang tinggi dari nilai awal dalam kurun waktu tertentu. Istilah crypto bubble merupakan gambaran harga kripto yang bisa naik sangat tinggi kemudian merosot turun, dalam waktu dekat atau jangka waktu yang lama sehingga menyebabkan kerugian untuk investor. Bubbles biasanya terjadi akibat adanya perilaku pasar yang terbuai karena FOMO. Saat fase bubble, kripto akan diperjual belikan di kisaran harga yang jauh dari harga awalnya.


Fenomena Crypto Bubbles

Bulan Mei 2021 beberapa kripto, di antaranya Bitcoin, Ethereum, Cardano dan yang lainnya sempat mengalami fase diambang bubbles. Hal ini menyebabkan para investor merasa khawatir, karena aset kripto yang dimiliki mengalami penurunan nilai. Ada juga yang mengalami kenaikan yang signifikan tetapi tidak berlangsung lama, nilainya melesat turun dan menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi para investor.

Merosotnya harga Bitcoin diikuti beberapa aset kripto lainnya, seperti Ethereum. Pada akhir bulan Mei 2021, kripto yang satu ini dalam 24 jam nilainya menurun hingga 38,48%. Tidak hanya Bitcoin dan Ethereum, ada beberapa kripto lain yang juga mengalami penurunan yang tajam. Cardano adalah salah satunya yang mengalami penurunan hingga 35,83%, Binance Coin merosot sampai 52,77%, Dogecoin turun 34,71%, XRP minus diangka 44,68%, Polkadot turun di 55,21% dan Internet Computer turun 32,34%.

Apa yang Menyebabkan Crypto Bubbles?

Crypto Bubbles bisa terjadi ketika para investor menjual aset kripto nya dengan harga yang sangat tinggi. Hal tersebut adalah cara untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. Cuitan Elon Musk menjadi salah satu penyebab crypto bubble pada aset kripto. Elon Musk merupakan orang yang mempunyai pengaruh besar di dunia kripto. Sebelumnya ia memberitahukan, bahwa Bitcoin adalah salah satu kripto yang menjanjikan. Bahkan ia membeli 1.5 milyar Bitcoin dan mengumumkan perusahaan mobil listrik miliknya akan menerima Bitcoin untuk pembelian mobil Tesla. Belum genap 2 bulan setelah pengumuman tersebut, Elon Musk memberikan cuitan yang menyatakan Tesla tidak lagi menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran. Hal ini disebabkan Bitcoin memberikan dampak yang bisa merugikan lingkungan. Mulai saat itu Elon Musk beralih ke Dogecoin. Cuitannya terhadap Bitcoin, menjadi penyebab turunnya bahkan anjlok hingga ratusan miliar dolar pada pasar kripto.

Selain cuitan Elon Musk, penyebab terjadinya crypto bubbles adalah tidak semua pemerintah menerima kripto. Beberapa pemerintah tidak atau belum menerima kripto, aset digital ini dapat merusak nilai mata uang negara. China adalah salah satu negara yang menolak adanya kripto. Setelah melarang bank sentra dan beberapa bank lain serta pembayaran online untuk tidak menerima kripto, China berhasil membuat pasar kripto mengalami kekacauan.

Turki juga negara yang tidak menerima kripto dan memberlakukan larangan pembayaran menggunakan kripto. Negara-negara lainnya seperti Bolivia, Ekuador, Nigeria dan Aljazair secara efektif melarang mata uang digital. Larangan pada negara-negara tersebut berhasil membuat Bitcoin dan kripto lainnya turun melesat ke titik terendah.

Investasi Kripto dan Saham Amerika di Nanovest

Jual beli Bitcoin, Ethereum dan aset kripto lainnya hanya di Nanovest. Kamu juga bisa investasi saham Amerika dengan harga terbaik. Daftar sekarang dan download aplikasinya. Aplikasi Nanovest tersedia di App Store dan Google Play.


Komentar


bottom of page